Blue Fire Pointer

Jumat, 09 November 2012

TULISAN EKOP. (KOPERASI MANDIRI MASY. SEJAHTERA)


PAPER
EKONOMI KOPERASI
(KOPERASI MANDIRI MASYARAKAT SEJAHTERA)




Nama :  Yulianawati
NPM  : 17211646
Kelas : 2EA21








FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNDARMA
KALIMALANG

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan Puji dan syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Adapun makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti mata kuliah Ekonomi Koperasi (Softskill) di Universitas Gunadarma Kalimalang.
Dalam menyusun makalah ini kami mengambil judul “Koperasi” sebagai bahan pembelajaran bagi kita semua. Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, maka kami mengharapkan serta adanya kritik dan saran yang sifatnya membangun.
Harapan kami semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan kita semua. Kami mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati para pembaca.










                                                                                                                                                                                                                                    Bekasi, 05 November 2012                                                                                                    


Yulianawati







DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
Latar Belakang .......................................................................................................... 1
Pembahasan ............................................................................................................... 2
Koperasi Mandiri Masyarakat Sejahtera.................................................................... 2
·         Tujuan  Koperasi Mandiri Masyarakat Sejahtera........................................... 4
·         Kesejahteraan Masyarakat Berdasarkan Koperasi......................................... 4
o   Cooperative Commonwealth School................................................. 4
o   School of Modified Capitalism (Schooll Yardstick)......................... 4
o   The Socialist School........................................................................... 4
o   Cooperative Sector School................................................................. 4

·        Kesimpulan...................................................................................................... 6



LATAR BELAKANG
Perkembangan dunia usaha saat ini semakin semarak, namun banyak kendala di lapangan, terutama dalam segi permodalan untuk usaha mengingat sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah, sering kali tidak mendapatkan akses dari perbankan karena tidak mampu memenuhi persyaratan peminjaman modal usaha.
Anggaran yang ada di Pemerintah untuk Kredit Usaha Rakyat tersedia dalam jumlah besar, namun pada saat disalurkan melalui Bank maupun Koperasi yang ada, peminjam harus menyerahkan agunan. Persoalan inilah yang banyak dihadapi oleh kalangan pengusaha menengah ke bawah, sehingga kegiatan usaha terasa semakin berat. Kondisi ini diperparah dengan semakin mahalnya sewa tempat usaha.
Banyak sekali pengusaha yang berhenti di tengah jalan sebelum mereka mencapai kesuksesan, yang pada akhirnya mereka mencari jalan pintas demi bertahannya usaha, yaitu mengambil Kredit Tanpa Agunan dari Lembaga Keuangan dan rentenir dengan bunga pinjaman yang sangat tinggi. Permodalan jenis ini, bukan mempermudah si pengusaha, tapi justru semakin membebani dan menjeratnya kedalam krisis yang berkepanjangan.
Langkah dan strategi serta inovasi yang benar-benar baru harus dilakukan untuk menjawab dan mengatasi kesulitan mereka. Perlu kerja keras dan kerjasama antar seluruh komponen masyarakat dari semua lapisan, pemerintah dan swasta untuk bersama-sama membangun kebangkitan ekonomi nasional dengan kekuatan rakyat sebagai investornya.
Perlu kita sadari, bahwa mayoritas penduduk kita adalah dari kalangan buruh, tani dan nelayan yang memiliki pola pikir dan wawasan yang terbatas dimana untuk mendapatkan Uang hanya mengandalkan kekuatan fisik semata. Kondisi ini semakin diperparah dengan ketidak jelasan program dari "para penguasa", sehingga semakin jauh saja impian para pendiri bangsa ini untuk menciptakan masyarakat yang Adil dan Makmur.
Dengan kekuatan jumlah penduduk yang menempati ranking 5 besar dunia, seharusnya Bangsa Indonesia menjadi Bangsa yang Besar dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia.
Untuk itulah pada tanggal 10 November 2010 dengan mengambil momen Hari Pahlawan, kami 100 orang yang mewakili seluruh daerah / wilayah Indonesia yang mempunyai Visi Misi dan Idealisme yang tinggi mendirikan Komunitas Masyarakat Ekonomi melalui suatu wadah perjuangan ekonomi yang kami Akte Notariskan dengan nomor pendirian 01 dihadapan Notaris Ny. Meitinah, SH, MKn yang kami beri nama KOPERASI MASYARAKAT EKONOMI MANDIRI.




PEMBAHASAN

Koperasi Mandiri Masyarakat Sejahtera
Perjalanan koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi nasional adalah perjalanan panjang sejarah ekonomi bangsa ini. Setelah Indonesia merdeka koperasi diterima sebagai satuan ekonomi yang sesuai untuk Indonesia dan ideologi Pancasila. Hal ini dikarenakan koperasi cocok dengan watak ekonomi Pancasila (ekonomi yang bersendi pada seluruh nilai-nilai moral dan mengacu pada seluruh aspek kehidupan sila-sila dari Pancasila). Ekonomi Pancasila menekankan kemandirian dan pemerataan kesejahteraan sosial sebagaimana tercakup dalam sila ke-lima. Secara tersirat sila tersebut menggambarkan pentingnya distribusi keadilan dalam berbagai bidang termasuk ekonomi. Artinya kesejahteraan ekonomi bukanlah milik segelintir orang di Indonesia tetapi menjadi hak segenap rakyat.
Perjalanan koperasi untuk mendukung perkembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia telah melewati proses panjang. Setelah koperasi diterima sebagai satuan ekonomi yang mendasar dalam mengembangkan ekonomi pribumi pasca proklamasi, maka hampir semua desa diarahkan untuk membentuk koperasi primer. Namun demikian sejumlah masalah yang dihadapi koperasi membuatnya belum bisa menjadi tulangpunggung ekonomi rakyat. Selain kebijakan ekonomi di masa lalu yang belum berpihak pada koperasi dan UKM persoalan lainnya yang dihadapi adalah kekurangan modal, manajemen lemah, kesulitan menjangkau pasaran dan tentu saja kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang mengurus koperasi. Lemahnya kelembagaan ini juga terjadi pada koperasi karena rendahnya pemahaman perkoperasian oleh para pengelola, pengurus maupun anggota. Partisipasi anggota dalam usaha dan pengelolaan koperasi cukup memprihatinkan. Hal ini bisa dilihat dan rendahnya pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) oleh koperasi aktif. Rapat ini semestinya berfungsi sebagai evaluasi manajerial dan sekaligus membentuk rencana pengembangan bagi koperasi. Arah pengembangankoperasi kedepan semestinya tidak hanya berorientasi pada bertambah jumlahnyamelainkan peningkatan efisiensi peran. Penambahan jumlah tanpa peningkatan efisiensi tentu tidak akan membawa pengaruh signifikan bagi peningkatankesejahteraan rakyat.
Koperasi adalah merupakan singkatan dari kata ko / co dan operasi / operation. Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama. Berdasarkan undang-undang nomor 12 tahun 1967, koperasi indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
Koperasi adalah Soko Guru Perekonomian Nasional sesuai dengan amanat UUD '45 pasal 33 dimana Koperasi merupakan Pilar kekuatan ekonomi kerakyatan yang sangat cocok untuk memperbaiki kondisi ekonomi Nasional. Koperasi yang kami perkenalkan ini adalah Koperasi yang Inovatif dalam menjawab persoalan-persoalan ekonomi bangsa yang tidak pernah tertuntaskan oleh Dinasti maupun generasi era pendahulu-pendahulu yang memimpin negeri ini. Melalui wadah Koperasi Masyarakat Ekonomi Mandiri, kami yakin Kemandirian Ekonomi Bangsa ini segera bangkit dan terwujud dalam menghadapi Era Pasar Bebas. Karena Pasar Bebas bukanlah suatu yang perlu ditakuti tetapi harus dihadapi dengan siasat yang jitu untuk kita bisa menyerang balik dengan produk export dari hasil usaha yang dikelola oleh Koperasi Masyarakat Ekonomi Mandiri.
Adapun sistem yang kami terapkan untuk mensukseskan itu semua, dengan membentuk jaringan ke-Agenan diseluruh Indonesia mulai Tingkat Nasional, Kepulauan, Provinsi, Kabupaten /Kotamadya, Kecamatan, Kelurahan /Desa dan Tingkat RW. Jaringan yang kami bentuk ini adalah satu gugus mata rantai yang tidak terpisahkan satu sama lain saling menguatkan dalam mensukseskan program, yang kemudian kami sebut dengan Mutually Support System (MSS) dan bukan MLM.
MSS yang kami bentuk adalah merupakan sebuah pola /sistem pengamanan yang terkendali dan terkontrol dalam pengelolaan program keuangan dalam sistem bisnis Koperasi Masyarakat Ekonomi Mandiri dimana apabila jaringan ke-Agenan melakukan penyimpangan keuangan maka akan meruntuhkan seluruh jaringan yang berada dibawahnya dan apabila terjadi seperti itu konsekwensinya akan kami ganti seluruh jaringan ke-Agenan dengan jaringan ke-Agenan yang baru. Koperasi Masyarakat Ekonomi Mandiri ada karena beda, dimana setiap Anggotanya mampu dan bisa menciptakan kemandirian dibidang Ekonomi dalam rangka berpartisipasi aktif dan turut serta membangun kekuatan Ekonomi Nasional.
Koperasi Masyarakat Ekonomi Mandiri hadir di tengah masyarakat Indonesia untuk menjawab kebutuhan masyarakat dengan produk unggulan yaitu Pinjaman Tanpa Agunan Tanpa Bunga yang selama ini belum pernah ada di Lembaga Keuangan manapun. Kami ada karena Berani Tampil Beda, karena kami memiliki strategi bisnis yang jitu dalam program usaha kami.
Koperasi Mandiri Masyarakat Sejahtera bertujuan untuk membangun ekonomi khususnya para anggotanya dan masyarakat pada umumnya. Dengan berazaskan gotong royong saya berharap semua yang terlibat dengan kegiatan koperasi akan mampu meningkatkan kesejahteraan hidupnya

Ø  Tujuan  Koperasi Mandiri Masyarakat Sejahtera
·         Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya
·         Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kwalitas kehidupan manusia dan masyarakat
·         Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya
·         Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
·         Meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat daerah kerja pada umumnya.
·         Menjadi gerakan ekonomi rakyat serta ikut membangun tatanan perekoniam Nasional.
·         Membantu pemerintah disektor perekonomian terutama usaha Mikro, Kecil dan Menengah , menyediakan lapangan kerja serta sumber daya manusia.

Ø  Kesejahteraan Masyarakat berdasarkan Koperasi “karangan E.D Manik”
Membagi koperasi menjadi 4 aliran atau schools of cooperatives berdasarkan peranan dan fungsinya dalam konstelasi perekonomian negara, yakni :

1.        Cooperative Commonwealth School
·         Aliran ini merupakan cerminan sikap yang menginginkan dan memperjuangkan agar prinsip-prinsip koperasi diberlakukan pada bagian luas kegiatan manusia dan lembaga, sehingga koperasi memberi pengaruh dan kekuatan yang dominan di tengah masyarakat.
·         M. Hatta dalam pidatonya tanggal 23 Agustus 1945 dengan judul “Indonesia Aims and Ideals”, mengatakan bahwa yang dikehendaki bangsa Indonesia adalah suatu kemakmuran masyarakat yang berasaskan koperasi (what we Indonesias want to bring into existence is a Cooperative Commonwealth).
2.        School of Modified Capitalism (Schooll Yardstick)
Suatu paham yang menganggap koperasi sebagai suatu bentuk kapitalisme, namun memiliki suatu perangkat peraturan yang menuju pada pengurangan dampak negatif dari kapitalis.
3.        The Socialist School
Suatu paham yang menganggap koperasi sebagai bagian dari sistem sosialis.
4.        Cooperative Sector School
Paham yang menganggap filsafat koperasi sebagai sesuatu yang berbeda dari kapitalisme maupun sosialisme, dan karenanya berada di antara kapitalis dan sosialis.
Upaya untuk mewujudkan kemandirian ekonomi membutuhkan dukungan dari segenap elemen masyarakat. Salah satu elemen penting untuk mendukung upaya tersebut adalah peran nyata dari koperasi. Keberadaan koperasi memiliki prospek yang bagus sebagai penggerak ekonomi rakyat karena kekhasan koperasi yang tidak dimiliki lembaga ekonomi lain. Koperasi sangat sesuai dengan asas ekonomi yang diinginkan oleh “bapak bangsa” kita untuk mengantar perekonomian indonesia menuju pada suatu kemakmuran. Seperti semboyan “Makmur dalam kebersamaan dan bersama dalam kemakmuran” bisa di wujudkan dalam wadah koperasi.



KESIMPULAN
Koperasi merupakan wadah untuk mewujudkan sistem perekonomian menuju suatu kemakmuran. Untuk itu di bentuk koperasi mandiri masyarakat sejahtera yang bertujuan untuk membangun ekonomi khususnya para anggotanya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar