Blue Fire Pointer

Selasa, 17 Juni 2014

TUGAS SOFTSKILL 5


TUGAS 5
NAMA : YULIANAWATI
NPM : 17211646
KELAS : 3EA21
SOFTSKILL BAHASA INDONESIA
1.      Contoh Kalimat Generalisasi
Jika dibakar plastik akan meleleh, jika dibakar sedotan akan meleleh, jika dibakar ember akan meleleh, jika dibakar botol akan meleleh, jadi jika benda plastik dibakar akan meleleh.
2.      Contoh Kalimat Analogi
Seorang bayi dilahirkan dalam keadaan suci seperti kertas putih. Bayi akan dibentuk pribadinya sesuai dengan didikan yang diterimanya seperti kertas putih dapat diisi dengan berbagai hal sesuai dengan keinginan pemiliknya. Bila bayi dididik dengan baik maka akan seperti kertas yang terisi dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya. Jadi membentuk kepribadian baik seorang anak, ibarat menulis kertas putih dengan hal-hal yang bermanfaat.

3.      Contoh Kalimat Hubungan Kausalitas
·         Sebab – Akibat
Karena kemarin Ricky kehujanan, maka hari ini Ricky sakit.
                                         
·         Akibat – Sebab
Ricky memperoleh IPK 3,9 karena ia rajin belajar.

·         Akibat – Akibat
Gunung merapi mulai aktif dan mengeluarkan awan panas, para penduduk yang tinggal di kaki gunung merapi akhirnya harus mengungsi. Para pendaki yang hendak mendaki gunung merapi harus mengundur jadwalnya ke gunung merapi setelah mendengar kabar bahwa gunung merapi mulai mengeluarkan awan panas.

Sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Hipotesis 

Jumat, 09 Mei 2014

TUGAS SOFTSKILL B.INDONESIA 2


Kesalahan bahasa pada iklan pemerintah

Contoh kesalahan bahasa pada iklan yang dibuat oleh pemerintah
1. Iklan One day No rice

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRIGeDxIasmyxMeRdUaXITdQZya794sydhgR544EW217m-uNBmN188Ef7nwCmGfw-qH5KwwFEWPc3frVyKhEEYwI-8LKscPIXhpmK5qy7HwTzxrweiBfGHGgOBcWmGfIQAX6kI6ZGFlmpY/s1600/images.jpgPada iklan lembaga pemerintah ini menggunakan bahasa Inggris, ini adalah sebuah kesalahan berbahasa di Indonesia, seharusnya iklan ini di tulis dengan bahasa indonesia seperti "Satu Hari Tanpa Nasi" atau dituliskan di bawahnya untuk memperjelas bahasa, karna tidak semua warga negara di indonesia yang bisa berbahasa inggris dan juga iklan ini di ajukan untuk negara indonesia.



Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNyvV_NySkXVDa7IjfO_vnsBucRG0ro3BRkJ6iwwyFDIULIefU6XW3BYnSHwYx_5oo1doaj7zXrbKDsx6_u-MVjRysm_XV50wAINAJ-epr6JtecNjqeU_ztOr3crIZxYcFMXjMPGMyJ_U/s1600/iklan.gif
2. Iklan Sekolah gratis                        
             Iklan sekolah gratis ini ada kesalahan yang ada pada penulisannya dimana tanda baca yang ada pada iklan tersebut tidak ada yang seharusnya tertulis seperti ini "Sekolah, Harus Bisa!"



Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpyr1MA6tWUKpI1IruvwErYtwzsJGnV0aEA3hg1pf82X47IY0ieXU_chwYgLhalXjyKlXj1TDdthdbJcYMN6tqkBvHc02qlnPYxWcewm3S09KZF70ukRpsvFYc4VvXEhyphenhyphend41RkGs4JifmB/s1600/bb.jpg
3. Iklan Pemilu 2013
Pada Iklan tersebut tertuliskan "yok" seharusnya di ganti dengan "mari" dan di tambahkan kata "yang" pada "Pemilihan Gubernur 2013 yang Aman, Nyaman dan Damai"
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5PcXZQjflNhpqUQXTMFRP7U2c2iWiZinXzbDzlU-mmZ52FSLmv4bA6C9LiXiFZ-1P25QNccAqwRCrNbnVyJf48q8RiCueFvvBMPr45Qt3gJwj0RROqKVjnX2oz4GzZN8Y-jJUfufvEUbw/s1600/klk.jpg
4.Iklan Listrik
Pada iklan lembaga pemerintah ini Tertuliskan kata "jepret", harusnya ini di ganti dengan kata "padam", dan tulisan "Segera tambah Listrik selagi gratis" harusnya diganti "segera tambahkan daya listrik selagi gratis".

5. Iklan Bahaya Merokok
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihM05NbOZrXqHL5-teDt_miyFt0gnirT-m6VsZsxsuRGeTHg2iXJf_2jYN3N-QZGEq_wzjOAT-q3dFVhMbKQWIfzErgi5pyhtsyMPYe0rprA_8-e6Ge_sOEkJfQt9a-fd56j7vBNcFFSo/s1600/183251_nrokokperingatan1reza.jpgPada iklan ini tertuliskan "Rokok membunuhmu" harusnya ini di perjelas dengan "Rokok dapat membunuhmu" karna jika tidak di tuliskan dengan kata "dapat", berarti sama saja rokok yang membunuh tanpa di pakai.






Kamis, 17 April 2014

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2


Nama : Yulianawati
Npm : 17211646
Kelas : 3ea21
Tugas Softskill Bahasa Indonesia
1.       
Defini bahasa 5 pendapat ahli
1.      Menurut Kerafsm Arapradhipa 2005 :
Memberikan dua pengertian :
·         Bahasa : Sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa symbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
·         Bahasa : Sistem komunikasi yang mempergunakan symbol-simbol vokal.
2.      Menurut Torigan (1989 : 4)
Beliau memberikan dua definisi bahasa :
·         Bahasa adalah : Suatu sistem yang sistematis barangkali untuk sistem generatif.
·         Bahasa adalah : Seperangkat lambang-lambang atau symbol-simbol orbiter.
3.      Menurut Santoso (1990 : 1)
·         Bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar.
4.      Menurut Wibowo (2009 : 3)
·         Bahasa adalah suatu sistem symbol bunyi yang bermakna yang berarti kualisi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbiter dan konfisional yang dipakai sebagai alat komunikasi oleh sekelompok orang untuk melahirkan perasaan dan pikiran.
5.      Menurut Wibowo, Walija (1990 : 4) mengungkapkan :
·         Definisi bahasa adalah : komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud dan pendapat kepada orang lain.

2.      Definisi Argumentasi
Paragraf atau karangan Argumentasi adalah paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta.Deskripsi merupakan suatu karangan yang memberikan alasan kuat dan meyakinkan. Dalam argumentatif, penulis menyampaikan pendapat yang disertai penjelasan dan alasan yang kuat dengan maksud agar pembaca bisa terpengaruh.

Dasar karangan argumentasi adalah berpikir kritis dan logis. Oleh karena itu, harus berdasarkan pada fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Contoh paragaraf Argumentasi :
1)      Sebagai orang awam, saya menganggap kenaikan BBM ini sangat meresahkan dan menyulitkan masyarakat, terutama masyarakat kecil. Bagi masyarakat yang mampu mungkin itu tidak akan menjadi masalah, tetapi bagi masyarakat kecil, hal ini akan berakibat fatal. Biaya hidup mereka akan lebih besar, padahal kemampuan mereka sangat minim. Kondisi sebelum BBM naik saja sudah kembang kempis, apalagi setelah BBM naik, mungkin mereka hanya bisa malan pagi. Bahkan, mungkin banyak yang kelaparan secara terselubung.

2)      Akibat perkembangan perekonomian dan pertambahan jumlah penduduk, komsumsi energi di dalam negeri juga meningkat. Kebutuhan gas di pulau jawa pada tahun 2002 sebanyak 943 juta kaki kubik per hari (MMCFD). Tahun 2005, meningkat menjadi 1,136 MMCFD. Pada tahun 2010, kebutuhan gas di pulau jawa diperkirakan 2.252 MMCFD dan tahun 2015, sebanyak 3,441 MMCFD.
3)      Menurut Iskandar, sudah saatnya masyarakat mengubah paradigma agar lulusan SMP tidak latah masuk SMA. Kalau memang lebih berbakat pada jalur profesi sebaiknya memilih SMK. Dia mengingatkan sejumlah risiko bagi lulusan SMP yang sembarangan melanjutkan sekolah. Misalnya, lulusan SMP yang tidak mempunyai potensi bakat-minat ke jalur akademik sampai perguruan tinggi, tetapi memaksakan diri masuk SMA, dia tidak akan lulus UAN karena sulit mengikuti pelajaran di SMA. Tanpa lulus UAN mustahil bisa sampai perguruan tinggi. Pada akhirnya mereka akan menjadi pengangguran karena pelajaran di SMA tidak memberi bekal untuk bekerja. Jadi, memilih SMA tanpa pertimbangan yang matang hanya akan menambah pengangguran.

3.      Definisi Penalaran
         Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Macam-macam Penalaran, Penalaran ada dua jenis yaitu :
1.      INDUKTIF
Induktif adalah hal khusus menuju hal umum. Yaitu kuncinya "dari yang khusus menuju yang umum. Bila diuraikan, jangan terpatok pada gaya definisi seseorang, coba uraikan sendiri definisi paragraf induktif dengan kata kunci "dari khusus ke umum" tadi. Atau kalau memang malas menguraikan, mari lihat definisi berikut;

Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.
Ciri-ciri Paragraf Induktif
·         Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
·         Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
·         Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
·         Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf
·         Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
·         Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
·         Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama
Contoh 1 :
·         Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
·         Ikan Paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
kesimpulan :
Semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan  melahirkan.

Contoh 2 :
Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar dari kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Itulah beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional.

Kalimat utama dari paragraph adalah kalimat yang di garis bawahi, dan kalimat itu berada diakhir paragraf sesuai dengan ciri-ciri dari paragraph induktif.

2.      DEDUKTIF
Deduktif adalah contoh suatu paragraf yang dibentuk dari suatu masalah yang bersifat umum, lebih luas. Setelah itu ditarik kesimpulan menjadi suatu masalah yang bersifat khusus atau lebih spesifik. Atau juga dapat diartikan, suatu paragraf yang kalimat utamanya berada di depan paragraf kemudian diikuti oleh kalimat penjelas.

Contoh 3 :
Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional. Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar dari kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku.

Kalimat utama dari paragraph adalah kalimat yang di garis bawahi, dan kalimat itu berada depan paragraf sesuai dengan ciri-ciri dari paragraf deduktif.

Referensi :